Cari Blog Ini

Selasa, 07 Juni 2011

Heritabilitas

Lingkungan tumbuh tanaman, tidak selalu merupakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan sehingga seringkali tanaman tidak mampu mengekspresikan sifat-sifat genetiknya. Sifat genetik tanaman yang terekspresikan melalui fenotipiknya, dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan interaksi antar faktor genetik dan lingkungan.
Keragaman genetik, heritabilitas, dan kemajuan genetik, harus diperhatikan dalam menyeleksi karakter tanaman. Seleksi lebih efektif, jika di dalam populasi terdapat keragaman genetik yang  luas. Heritabilitas  sangat penting dalam menentukan metode seleksi dan pada generasi mana sebaiknya karakter yang diinginkan diseleksi. Kemajuan genetik menggambarkan  sejauh mana  keefektifan proses pemuliaan. Seleksi akan efektif bila nilai kemajuan genetik  tinggi  yang ditunjang  oleh nilai  keragaman genetik  dan  haritabilitas  yang  tinggi  pula. Ketiga parameter  genetik  tersebut  sangat menentukan keberhasilan program pemuliaan.
Pendugaan heritabilitas bermanfaat untuk mengetahui seberapa suatu karakter dapat diwariskan. Heritabilitas adalah perbandingan antara besaran total ragam fenotip dari suatu karakter. Heritabilitas merupakan gambaran besar kontribusi genetik untuk suatu karakter yang terlibat dilapangan dan dijadikan sebagai ukuran mudahnya suatu karakter untuk dimodifikasi.
Nilai heritabilitas secara teoritis berkisar antara 0 sampai 1. Nilai 0 adalah nilai seluruh variasi yang terjadi disebabkan oleh factor lingkungan. Nilai 1 adalah bila seluruh variasi disebabkan oleh factor genetic. Heritabilitas terletak pada kedua nilai ekstrim tersebut.  
Heritabilitas dinyatakan dengan persentase dan merupakan pengaruh genetic dari penampakan fenotip yang dapat diwariskan dari tetua kepada turunannya. Heritabilitas tinggi menunjukan variasi genetic besar dan variasi lingkungan kecil.

Senin, 02 Mei 2011

Mekanisme toleransi tanaman terhadap salinitas

Mekanisme ketahanan tanaman terhadap salinitas dapat dilihat dalam dua bentuk adaptasi yaitu mekanisme morfologi dan mekanisme fisiologi. Mekanisme toleransi yang paling jelas adalah dengan adaptasi morfologi. Bentuk adaptasi morfologi adalah perubahan struktur mencakup ukuran daun yang lebih kecil, stomata yang lebih kecil per satuan luas daun, peningkatan sukulensi, penebalan kutikula dan lapisan lilin pada permukaan daun serta lignifikasi akar yang lebih awal (Haryadi dan Yahya, 1988). Mekanisme fisiologi terdapat dalam beberapa bentuk yaitu osmoregulasi/pengaturan potensial osmosis, kompartmentasi dan  sekresi garam serta integritas membran. 
Osmoregulasi pada kebanyakan tanaman melibatkan sintesis dan akumulasi solute organik yang cukup untuk menurunkan potensial osmotik sel dan meningkatkan tekanan turgor yang diperlukan bagi pertumbuhan. Senyawa-senyawa organik tersebut adalah asam-asam organik, asam-asam amino dan senyawa gula yang disentesis sebagai respon langsung terhadap menurunnya potensial air eksternal (Sipayung, 2003). Pada beberapa tanaman, akumulasi sukrosa yang berkontribusi terhadap penyesuaian osmotika merupakan respon terhadap salinitas (Haryadi dan Yahya, 1988). 
Gejala keracunan garam pada tanaman padi dapat dilihat dari penampilan agronomik yaitu: terhambatnya pertumbuhan, berkurangnya anakan dan ujung-ujung daun berwarna keputihan walaupun tanaman padi tergolong tanaman yang toleran sedang, pada nilai EC sebesar 6-10 dS m-1 penurunan hasil gabah mencapai 50%. Padi relatif lebih toleran terhadap salinitas saat perkecambahan, tetapi tanaman bisa dipengaruhi saat pindah tanam, bibit masih muda dan pembungaan.

Kamis, 10 Maret 2011

"Susu" Asli atau Palsu Sich

Hem banyak sekali barang palsu yach...Susu Formula pun kena imbasnya....an yang palsu
Bagi para Ibu, atau kalian-kalian yang suka minum susu sebaiknya tau bedanya ...mana sich susu asli..mana sich susu palsu....

 bagaimana mengenali susu palsu, susu campuran atau susu yang sudah terkontaminasi bakteri:


1. Warna Susu
Warna alami susu adalah putih dan tidak bening. Hal ini disebabkan oleh pantulan cahaya yang mengenai bagian-bagian terkecil yang tersebar dalam susu, seperti butiran-butiran lemak. Berdasarkan hal tersebut, jika ditemukan warna yang tidak biasa pada susu, seperti warna biru, merah, atau kuning, maka hal itu menunjukan adanya sesuatu yang tidak alami dalam susu. Susu semacam ini tidak boleh langsung di minum begitu saja atau dijadikan sebagai bahan membuat makanan.
Warna biru menunjukkan adanya mikroba bacteyanogenes. Pada awalnya berupa bercak-bercak hiru di permukaan kemudian secara cepat menyebar pada susu secara keseluruhan. Warna kebiruan ini adalah hasil dari sebuah reaksi dari kondisi alkali. Selain itu, kondisi itu akan terlihat ketika lemak dipisahkan dari susu atau dikurangi kadarnya dari air, warna susu berubah dari putih menjadi kebiruan.
Adapun warna merah mungkin disebabkan oleh adanya beberapa jenis bakteri dalam susu seperti bakteri bactprodigiosum, atau disebabkan adanya darah dalam susu yang timbul karena infeksi pada tetek binatang penghasil susu, atau mungkin juga disebabkan karena kesalahan dalam proses pemerahan, khususnya susu yang diperah oleh alat otornatis, jika dilakukan bukan pada waktu yang tepat.
Sedang warna kuning biasanya diakibatkan karena susu terkena mikorba bacil-sinxatus. Bisa juga dilakukan uji-coba dengan cara mengambil sampel susu lalu diletakkan di galas susu yang bersih, untuk kemudian dilihat dengan penyinaran yang terang.
2. Aroma Susu
Susu alami memiliki aroma khusus yang tidak menusuk hidung, tapi mudah sekati menyerap aroma. Oleh karena itu terkadang susu memunculkan bau aneh yang menunjukkan bahwa susu itu sudah terkontaminasi. Bahkan terkadang bau makanan yang dikonsumsi hewan penghasil susu, misalnya, bawang putih atau bawang merah.
Terkadang, bau tidak alami ini disebabkan tempat atau wadah yang digunakan untuk susu tidak bersih.
3. Rasa Susu
Rasa susu berpulang pada pengaruh campuran antara manis dan asin, sehingga rasanya pun merupakan perpaduan manis dan asin. Di antara rasa susu yang tidak alami adalah;
a. Pahit. Hal ini disebabkan karena adanya sampah yang membusuk atau karena diakibatkan oleh tumbuhnya beberapa jenis mikroba.
b. Asin. Rasa asin biasanya ada pada susu yang diambil dari hewan yang sudah tua, atau yang diambil dari hewan yang terkena infeksi. Oleh karena itu, susu semacam ini tidak boleh dikonsumsi langsung atau langsung digunakan sebagai campuran makanan.
Di antara rasa aneh lainnya pada susu adalah rasa lemak, rasa basi, dan rasa amis.
Disarankan untuk tidak mencicipi susu yang berbau busuk, karena dikhawatirkan sudah tercemari penyakit yang bisa pindah ke tubuh manusia. Tetapi, cukup hanya dengan menguji aromanya. Pengujian ini bisa dengan cara membuka Cutup lalu dicium langsung di permukaan wadah tersebut, karena aroma ini akan mudah sekali menguap dari susu, sehingga akan mudah diketahui kualitasnya.
4. Kekentalan
Susu memiliki kadar kekentalan yang lebih tinggi daripada air. Umumnya kohesitas ini akan berkurang apabila ditambah dengan air, atau kekurangan unsur minyak di dalamnya. Kohesitas pada susu juga berfungsi untuk mengetahui pemalsuan atau pencampuran pada susu dengan cara yang sederhana.

Minggu, 13 Februari 2011

Tertawa Bisa menular loh...

Anda pasti pernah mendengar ungkapan ini, ” Tertawalah maka seluruh dunia akan ikut tertawa” Ternyata ungkapan ini bukanlah isapan jempol.  Jika melihat orang tertawa atau membaca suatu cerita yang mendeskripsikan tentang tertawa, tanpa disadari seseorang akan ikut tersenyum atau tertawa. Jika menguap bisa menular, tertawa bisa menular.

Berdasarkan sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tertawa memang benar-benar bisa menular. Otak akan merespons suara tawa dan menghubungkan otot-otot wajah sebagai persiapan untuk bergabung dengan ekspresi kegembiraan tersebut.

"Hasil ini menunjukkan bahwa hal tersebut adalah benar, yaitu tertawalah maka seluruh dunia akan ikut tertawa bersama dengan Anda," ujar Sophie Scott, seorang ilmuwan syaraf di University College London, seperti dikutip dari MSNBC, Kamis (16/9/2010).

Lebih lanjut Scott menuturkan sejak beberapa waktu lalu, peneliti telah mengetahui ketika seseorang berbicara dengan orang lain, maka hal tersebut sering menjadi cermin perilakunya.

Tanpa disadari seserang akan menyalin kata-kata yang didengar dan menirukan gerak tubuh orang lain. Sepertinya hal ini juga berlaku untuk kondisi tertawa, setidaknya pada tingkat otak.

Scott dan rekan-rekan peneliti melakukan analisa serangkaian suara terhadap partisipan dan mengukur respons di otaknya dengan fMRI scanner. Beberapa suara seperti tertawa atau teriak kemenangan termasuk dalam suara positif, sedangkan suara menjerit atau muntah-muntah termasuk dalam suara negatif.

Semua suara ini akan memicu respons di daerah premotor kortikal di otak yang menyiapkan otot di wajah untuk bergerak sesuai dengan suara yang didengar.

"Respons akan jauh lebih tinggi dan lebih menular terhadap suara positif daripada suara negatif. Hal inilah yang memaksa seseorang ikut tersenyum ketika melihat atau mendengar orang lain tertawa," ungkap Scott.

Scott menambahkan timnya juga menguji gerakan otot wajah saat suara dimainkan, yang hasilnya orang cenderung tersenyum ketika mendengar suara tawa. Tapi tidak membuat wajah ikut tersedak ketika mendengar suara muntah. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh cenderung menghindari emosi dan suara negatif.

"Masyarakat biasanya menghadapi emosi positif seperti tertawa atau bersorak sorai dalam kondisi berkelompok, sehingga secara otomatis otak akan meresponsnya dengan ikut tertawa atau tersenyum. Hal ini juga sesuatu yang dapat membantu interaksi sosial dan membangun ikatan yang kuat antar individu," ungkapnya.

Beberapa ilmuwan berpikir nenek moyang manusia mungkin tertawa lebih dulu dalam kelompoknya sebelum bisa berbicara, sehingga kemungkinan tertawa merupakan pelopor dari bahasa.


Sabtu, 12 Februari 2011

Kesemutan

Kesemutan atau parestesia dalam ilmu kedokteran, adalah sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari dunia luar. Sebenarnya parestesia adalah sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh tertentu, atau sensasi rasa dirambati sesuatu. Parestesia itu timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan. Kesemutan terjadi jika syaraf dan pembuluh darah mengalami tekanan Misalnya, saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, maka syaraf dan aliran darah terganggu. Umumnya kesemutan akan mereda jika bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan.
Gejala penyakit serius
Namun bila kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan, atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas; atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering; atau bila kesemutan menjadi rasa kebal, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Kesemutan jenis ini merupakan gejala penyakit serius.
Dokter akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Bisa jadi pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.
Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:
Radang sumsum tulang belakang (myelitis)
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV).
Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
Diabetes mellitus atau kencing manis
Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 – 2 tahun.
Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.
Jantung
Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
Rematik
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.

Rabu, 09 Februari 2011

Insomnia

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.
Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut. Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur. Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali. Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.
Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
  • Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
  • Bekerja pada malam hari.
  • Sering berubah-ubah jam kerja.
  • Penggunaan alkohol yang berlebihan.
  • Efek samping obat (kadang-kadang).
  • Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

Minggu, 06 Februari 2011

Mutasi

Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya disebut aberasi. Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar bagi kalangan pendukung evolusi mengenai munculnya variasi-variasi baru pada spesies.

Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen, radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi listrik seperti petir.

Individu yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotip) akibat mutasi disebut mutan. Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami perubahan sifat (individu tipe liar atau "wild type").

Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel somatik, yaitu sel tubuh seperti sel kulit. Mutasi ini tidak akan diwariskan pada keturunannya. Mutasi Gametik adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet, yaitu sel organ reproduksi yang meliputi sperma dan ovum pada manusia. Karena terjadinya di sel gamet, maka akan diwariskan kepada keturunannya.
Bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut MUTAGEN. Mutagen dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Mutagen bahan kimia, contohnya adalah kolkisin dan zat digitonin. Kolkisin adalah zat yang dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan dapat menghambat pembelahan sel pada anafase.
  2. Mutagen bahan fisika, contohnya sinar ultraviolet, sinar radioaktif, dan sinar gamma. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker kulit.
  3. Mutagen bahan biologi, diduga virus dan bakeri dapat menyebabkan terjadinya mutasi. Bagian virus yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi adalah DNA-nya.

Macam-macam mutasi berdasarkan bagian yang bermutasi


 Mutasi titik


Mutasi titik merupakan perubahan pada basa N dari DNA atau RNA. Mutasi titik relatif sering terjadi namun efeknya dapat dikurangi oleh mekanisme pemulihan gen. Mutasi titik dapat berakibat berubahnya urutan asam amino pada protein, dan dapat mengakibatkan berkurangnya, berubahnya atau hilangnya fungsi enzim. Teknologi saat ini menggunakan mutasi titik sebagai marker (disebut SNP) untuk mengkaji perubahan yang terjadi pada gen dan dikaitkan dengan perubahan fenotip yang terjadi.

contoh mutasi gen adalah reaksi asam nitrit dengan adenin menjadi zat hipoxanthine. Zat ini akan menempati tempat adenin asli dan berpasangan dengan sitosin, bukan lagi dengan timin.

Aberasi 

Mutasi kromosom, sering juga disebut dengan mutasi besar/gross mutation atau aberasi kromosom adalah perubahan jumlah kromosom dan susunan atau urutan gen dalam kromosom. Mutasi kromosom sering terjadi karena kesalahan meiosis dan sedikit dalam mitosis.

Aneuploidi adalah perubahan jumlah n-nya. Dalam hal ini, "n" menandakan jumlah set kromosom. Sebagai contoh, sel tubuh manusia memiliki 2 paket kromosom sehingga disebut 2n, dimana satu paket n manusia berjumlah 23 kromosom. Aneuploidi dibagi menjadi 2, yaitu:
>> Autopoliploidi, yaitu n-nya mengganda sendiri karena kesalahan meiosis. 
>> Allopoliploidi, yaitu perkawinan atau hibrid antara spesies yang berbeda jumlah set kromosomnya.

Aneusomi adalah perubahan jumlah kromosom. Penyebabnya adalah anafase lag (peristiwa tidak melekatnya beneng-benang spindel ke sentromer) dan non disjunction (gagal berpisah).

Aneusomi pada manusia dapat menyebabkan:

  • Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom Turner berjenis kelamin wanita, namun ovumnya tidak berkembang (ovaricular disgenesis).
  • Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), mengalami trisomik pada kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin laki-laki, namun testisnya tidak berkembang (testicular disgenesis) sehingga tidak bisa menghasilkan sperma (aspermia) dan mandul (gynaecomastis) serta payudaranya tumbuh.
  • Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), trisomik pada kromosom gonosom. Penderita sindrom ini umumnya berwajah kriminal, suka menusuk-nusuk mata dengan benda tajam, seperti pensil,dll dan juga sering berbuat kriminal. Penelitian di luar negeri mengatakan bahwa sebagian besar orang-orang yang masuk penjara adalah orang-orang yang menderita Sindrom Jacobs.
  • Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada kromosom autosom. kromosom autosomnya mengalami kelainan pada kromosom nomor 13, 14, atau 15.
  • Sindrom Edward, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada autosom. Autosom mengalami kelainan pada kromosom nomor 16,17, atau 18. Penderita sindrom ini mempunyai tengkorak lonjong, bahu lebar pendek, telinga agak ke bawah dan tidak wajar.

Delesi Terjadi ketika sebuah fragmen kromosom patah dan hilang pada saat pembelahan sel. Kromosom tempat fragmen tersebut berasal kemudian akan kehilangan gen-gen tertentu. Namun dalam beberapa kasus, fragmen patahan tersebut dapat berikatan dengan kromosom homolog menghasilkan Duplikasi.Fragmen tersebut juga dapat melekat kembali pada kromosom asalnya dengan arah terbalik dan menghasilkan Inversi

Manfaat Mutasi

1. Terapi sel-sel tumor


Aplikasi radiasi sinar mengion (dikenal sebagai radio terapi, seperti penyinaran dengan sinar X) dan kemoterapi untuk menghambat perkembangan sel-sel tumor dan kanker pada dasarnya adalah menginduksi mutasi pada sel-sel kanker sebagai targetnya. Agensia mutasi tersebut akan menyebabkan sel-sel target berhenti tumbuh karena tidak mampu lagi memperbanyak diri.

2. Pemuliaan

Pemaparan tanaman terhadap radiasi sinar mengion, seperti sinar gama dari Co-60, atau terhadap beberapa kemikali, seperti EMS dan DS, dalam waktu dan kadar tertentu juga digunakan untuk menginduksi mutasi. Dalam penerapan ini, mutasi tidak ditujukan untuk mematikan sel, tetapi untuk mengubah susunan basa nitrogen pada DNA atau untuk menyebabkan mutasi segmental. Harapannya adalah ada beberapa sel yang akan mengalami mutasi yang menguntungkan. Dengan demikian, tidak hanya sedikit yang dipaparkan, tetapi ribuan sampai ratusan ribu individu.
Cara pemuliaan dengan bantuan mutasi ini kebanyakan dilakukan terhadap tanaman hortikultura, seperti tanaman sayuran dan tanman hias (ornamental). Batan telah menghasilkan beberapa kultivar unggul padi yang dirakit melalui mutasi.